Me alquilan

Dueños directos

Fakta Sejarah Makeup, Sudah dari 6 Ribu Tahun Lalu

Make-up adalah produk kosmetik yang digunakan untuk mempercantik wajah seseorang. Mengutip dari Science of People, kebanyakan orang percaya bahwa penggunaan make-up dapat mempercantik wajah mereka, bahkan tingkat kesuksesan seseorang juga dinilai tergantung dari penampilan.

Nah, ternyata make-up sudah ada sejak beribu tahun yang lalu. Penasaran dengan sejarah make-up? lonelantern.org merangkum sekilas sejarah make-up dari berbagai narasumber.

1. Makeup berasal dari Mesir

Mengutip Britannica, makeup sudah ada sejak 6000 tahun yang lalu. Kosmetik pertama menurut sejarah adalah berasal dari Mesir. Menurut Mesir kuno, make-up adalah simbol dari kekayaan seseorang, yang juga diyakini dapat menarik bagi para dewa. Salah satu riasan yang khas kala itu adalah eyeliner yang rumit, yang digunakan oleh pria dan perempuan sejak 4000 sebelum masehi.

Beberapa make-up yang terkenal saat itu adalah kohl, perona pipi, bedak untuk mencerahkan wajah dan eye shadow. Kohl adalah kosmetik yang terbuat dari stibnite, stibnite, yang juga digunakan untuk membuat maskara, eyeliner. Kohl ini cukup populer di Timur Tengah, Afrika Utara dan juga Afrika Barat.

2. Bahan-bahan make-up pada awal mulanya

Sebelum adanya teknologi yang maju, bahan-bahan make-up yang ada terbuat dari bahan-bahan natural. Misalnya, pada zaman Yunani kuno, perempuan menggunakan make-up yang terbuat dari timah putih dan murbei sebagai perona pipi. Selain buah-buahan, mereka juga menggunakan bulu lembu sebagai alis agar terlihat lebih tebal, seperti yang dikutip dari Cosmetics Business.

Selain orang-orang Yunani kuno, bangsa Romawi kuno juga menggunakan bahan-bahan natural sebagai kosmetik mereka. Mereka menggunakan tepung barley dan mentega untuk mengobati jerawatnya, mereka juga menggunakan darah sebagai cat kuku dan juga lumpur untuk menyemir rambut mereka menjadi pirang.

3. Tren pemutih wajah

Ternyata memiliki wajah yang putih juga merupakan tren yang sudah beredar sejak beratus-ratus tahun yang lalu, megutip Cosmetics Business. Tren wajah putih itu dimulai dari zaman Ratu Elizabeth dari Inggris.
Pada zaman itu, perempuan menggunakan putih telur untuk merias wajah. Negara Italia dan Prancis adalah produsen utama untuk membuat pemutih wajah kala itu. Pemutih wajah itu terbuat dari timbal dan juga arsenik.

Pada zaman itu, Ratu Elizabeth I percaya bahwa menggunakan timah putih dapat membuat dirinya cantik dan awet muda. Mengutip National Geographic, Ratu Elizabeth I menggunakan bedak dari timah putih tersebut untuk mentupi bekas small pox.

Pada 1800, zinc oxide menggantikan timah putih yang dipakai sebagai bedak. Konon, zat timah putih diyakini menyebabkan tremor pada wajah, kelumpuhan otot dan juga kematian

4. Lipstik mulai populer

Dengan kemajuan zaman mengutip ackack.net maka banyak produk kosmetik pun juga semakin maju. Salah satu kosmetik yang mulai populer pada 1800-an adalah lipstik. Sebelumnya, orang-orang menggunakan pewarna pigmen, permata semi mulia yang dihancurkan, lilin lebah, mentega, minyak zaitun, dan bahkan serangga yang dihancurkan sebagai pewarna bibir. Tapi, pewarna bibir itu hanya tahan dalam waktu singkat saja.

Lipstik mulai populer pada tahun 1884, dijual oleh seorang ahli parfum dari Paris, sebelum akhirnya dipatenkan oleh James Bruce Jr dari Nashville, Tennessee, pada tahun 1923. Lipstik pertama yang smudge proof dibuat oleh seorang ahli kimia, Paul Baudecroux pada tahun 1927.

5. Mengapa orang-orang menggunakan makeup?

Ada alasan tersendiri mengapa orang-orang menggunakan make-up. Mengutip Psychology Today, orang-orang menggunakan make-up agar lebih menarik. Menurut riset tersebut, perempuan yang menggunakan lipstik dianggap terlihat lebih menarik dibanding yang tidak menggunakan lipstik.

Yang kedua, penggunaan foundation pada wajah membuat seseorang terlihat lebih cerah. Penggunaan foundation juga membuat wajah terlihat lebih simetris. Namun, pada dasarnya, penggunaan make-up juga tergantung masing-masing orang. Karena standar kecantikan tidak akan pernah habisnya, jadi jangan terpaku pada standar kecantikan yang berlaku di masyarakat.

admins

Deja un comentario

Tu dirección de correo electrónico no será publicada.

Volver arriba